foto berita web d3

Raih Emas Pertama: Kisah Desy Nilasari, Atlet Silat D3 AP Unila Menuju PORPROV 2026

Prodi D3 Administrasi Perkantoran FISIP Universitas Lampung kembali melahirkan talenta berprestasi. Kali ini, kabar membanggakan datang dari gelanggang bela diri. Desy Nilasari (NPM 2506061019), mahasiswi angkatan 2025, sukses menyabet Juara 1 kategori Tunggal Baku Putri dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III Kabupaten Pesawaran 2026.

Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mahasiswi kelahiran Jakarta, 21 Desember 2006 tersebut menjadi perwakilan resmi Kabupaten Pesawaran pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Lampung yang akan digelar November mendatang.

foto berita web d3 (2)

Pindah Haluan Demi Restu dan Hobi

Perjalanan Desy di dunia pencak silat penuh dengan dinamika. Meski sudah mengenal silat sejak SD, ia baru menekuninya secara serius saat SMA di Tangerang. Awalnya, Desy terjun di kategori Tanding. Namun, karena kekhawatiran orang tua, ia dihadapkan pada pilihan sulit: pindah ke kategori Seni atau berhenti total dari silat.

“Daripada saya keluar dari silat yang sudah menjadi hobi dan bakat saya, akhirnya saya nurut pindah ke kategori seni,” ungkap Desy. Meski sempat dua kali menelan kekalahan pahit dan dipandang sebelah mata, Desy justru menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan bakar untuk membuktikan kemampuannya.

Hijrah ke Lampung Demi Membangun Nama

Merasa kariernya stagnan di kota sebelumnya, Desy mengambil langkah berani dengan merantau ke Lampung dan menempuh pendidikan di Universitas Lampung. Baginya, Unila adalah “lembaran baru” untuk membangun reputasi sebagai atlet tanpa bayang-bayang masa lalu.

Bergabung dengan UKM Tapak Suci Unila, Desy mulai merintis kembali jalannya. Meski sempat gagal dalam seleksi di Lampung Selatan karena harus berhadapan dengan atlet Pra-PON, takdir membawanya ke Kabupaten Pesawaran yang kemudian menariknya untuk mengikuti seleksi.

foto berita web d3 (1)

Momen “Pecah Telur” Medali Emas

Setelah berkali-kali mengikuti kompetisi dan hanya membawa pulang medali perak atau perunggu, penantian panjang Desy berakhir di Bupati Cup Pesawaran.

“Alhamdulillah, ini emas pertama dalam hidup saya. Latihannya benar-benar pontang-panting membagi waktu dengan jadwal kuliah yang kadang bentrok. Harapan saya, ini jadi pintu untuk emas-emas berikutnya,” ujarnya dengan penuh syukur.

Tantangan Besar di PORPROV November Mendatang

Langkah Desy selanjutnya adalah PORPROV Lampung 2026. Tantangan besar menantinya karena ia diprediksi akan kembali berhadapan dengan lawan yang mengalahkannya di seleksi sebelumnya. Namun, dengan semangat yang kian membara dan target besar menuju POMNAS hingga PON, Desy optimis bisa memberikan hasil terbaik.

Ketua Prodi D3 Administrasi Perkantoran, Mediya Destalia, S.A.B., M.A.B., turut memberikan dukungan penuh. “Prestasi Desy adalah bukti bahwa mahasiswa kami mampu menyeimbangkan akademik dan prestasi non-akademik di tingkat regional. Kami akan terus mendukung langkah Desy hingga ke ajang nasional,” tegasnya.